Keranjang Anda
0 unit
 
Terlaris
Mix Vegie Mix Vegie
Rp65.000  
Mix Fruity Mix Fruity
Rp65.000  
Mix Vegie Mix Vegie
Rp100.000  
Mix Fruity Mix Fruity
Rp95.000  
Mushroom Kripp (Keripik Jamur) Mushroom Kripp (Keripik Jamur)
Rp70.000  
 

VCO (Virgin Coconut Oil)

Khasiat VCO

Minyak atau lemak dibutuhkan oleh tubuh manusia, bahkan merupakan nutrisi yang sangat penting karena berfungsi sebagai pelarut vimtain A, D, E, K Dan karotenoid. Bahkan lemak mampu menghasilkan energi sebesar 9 kkal lebih besar dari karbohidrat Dan protein yang menghasilkan energi sebesar 4 kkal. Sumber lemak dapat diperoleh dari hewani Dan nabati.

Berdasarkan Ada atau tidaknya ikatan rangkap, asam lemak dibagi 3 jenis :

1. Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid)
Contoh : asam laurat

2. Asam lemak tak jenuh rantai tunggal (Monounsaturated fatty acid)
Contoh : asam oleat DLL

3. Asam lemak tak jenuh rantai ganda (Polyunsaturated fatty acid)
Contoh : asam linoleat DLL

Berdasarkan panjang rantai Carbon, asam lemak dibagi menjadi :

1. Asam lemak rantai pendek / short chain fatty acid (SCFA) yaitu 2-6 Carbon
contoh: asam cuka

2. Asam lemak rantai sedang / medium chain fatty acid (MCFA) yaitu 8-12 Carbon
contoh: minyak kelapa

3. Asam lemak rantai panjang / long chain fatty acid (LCFA) yaitu 14-24 Carbon
contoh: minyak sayur

Minyak kelapa sendiri Ada 3 jenis yaitu :

1. Minyak kelapa komersial / RBD-Coconut Oil (Refined, Bleaching, Deodorized)
Minyak kelapa komersial (RBD) dibuat dari kelapa kopra, yaitu daging kelapa yang dikeringkan. Hasil ekstraksi kopra berupa minyak mentah. Jika belum dimurnikan minyak ini tidak layak dikonsumsi karena proses pengeringan kopra tidak memperhatikan sanitasi.

Minyak ini selanjutnya diproses dengan pemurnian, pemutihan Dan penghilangan aroma. Ketiga metode tersebut menggunakan bahan kimia Dan pemanasan tinggi. Pemanasan lebih dari 200 ° C akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur molekul asam lemak menjadi asam lemak Trans. Proses tersebut mengakibatkan sebagian kandungan bahan aktif dalam minyak menjadi hilang.

2. Minyak kelapa tradisional / Traditional Coconut Oil
Minyak kelapa yang dikenal dengan nama kelentik Dan dulu banyak digunakan oleh masyarakat di pedesaan, sekarang jarang sekali ditemukan di pasaran. Kualitas minyak kelapa sangat dipengaruhi oleh asal Dan kualitas bahan baku serta proses pembuatan. Minyak kelentik diproses dengan pemanasan 110-120 ° C sehngga menghasilkan minyak yang berwarna kuning Dan relatif mudah tengik.

3. Minyak kelapa murni / Virgin Coconut Oil
Pembuatannya dilakukan dengan suhu rendah (<60 ° C). Keunggulan dari minyak yang diproses seperti ini adalah struktur kimia terutama MCFA tidak berubah. Selain itu tanpa proses pemutihan Dan hidrogenasi sehinggan menghasilkan minyak murni dengan kandungan zat aktif yang tinggi.

Untuk mendapatkan VCO berkualitas tinggi diperlukan ketelitian yang tinggi. Jika terjadi kesalahan dalam proses pembuatan akan menghasilkan minyak yang kualitasnya rendah. Kualitas VCO dipengaruhi oleh beberapa faktor. Syarat VCO berkualitas baik antara lain :

1. Terbuat dari buah kelapa segar
2. Terbuat dari kelapa varietas asli, bukan kelapa hibrida
3. Tanpa penyulingan
4. Tanpa proses pemutihan
5. Tanpa melalui proses deodorisasi
6. Tidak mengalami proses hidrogenasi
7. Bebas dari bahan kimia tambahan
8. Bebas dari mikroorganisme
9. Kadar air kurang dari 0.1%
10.Pemanasan <60 ° C

Beragam skala produksi VCO dijalanan produsen, mulai dari para ibu rumah tangga sampai perusahaan besar. Cara pengolahan juga beragam yang masing-masing memiliki kelebihan Dan kekurangan. Tips memilih VCO yang baik :

1. Pilih VCO yang jernih, tidak berwarna apalagi keruh. VCO yang jernih menandakan kemurniannya.

2. Jangan konsumsi VCO yang sudah tengik. Ini menunjukkan bahwa asam lemaknya telah teroksidasi sehingga mutu Dan manfaatnya rusak, sehingga terbentuk radikal bebas.

Manfaat VCO bagi kesehatan sangat luas, karena merupakan antibakteri, antivirus, antijamur Dan antiprotozoa alamiah. Di dalam tubuh, asam laurat akan diubah menjadi monolaurin Dan asam kaprat menjadi monokaprin Keduanya bersifat sebagai antivirus, antibakteri, antijamur Dan antiprotozoa. Karena struktur membran asam lemak jenuh VCO menyerupai membran lemak dari virus/bakteri serta ukuran molekul VCO kecil maka VCO mudah masuk ke dalam membran Dan menghancurkan mikroorganisme.

Manfaat VCO diantaranya adalah :

1. Menjaga kesehatan jantung Dan pembuluh darah
Penelitian menunjukkan adanya hubungan penyakit jantung Dan pembuluh darah & infeksi virus / bakteri yang akan menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah. Karena VCO bersifat antibakteri / virus maka dapat membantu mencegah pembentukan plak dengan cara membunuh mikroorganisme pencetus timbulnya plak.

Selain itu, salah satu penyebab penyakit jantung adalah kadar kolesterol darah yang tinggi. Penumpukan kolesterol disebabkan konsumsi lemak yang berlebihan dalam menu sehari-Hari sehingga kelebihannya disimpan dalam tubuh. Dalam VCO terdapat MCFA yang mudah dimetabolisme untuk menghasilkan energi tidak ditimbun sebagai lemak tubuh. Selain itu konsumsi rutin VCO juga mencegah terjadinya pengentalan darah (akibat agregasi trombosit) Dan mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis).

2. Menghindari Osteoporosis
Osteoporosis adalah merupakan penyakit degeneratif akibat kekurangan kalsium sehingga tulang menjadi keropos. Osteoporosis dapat disebabakan oleh radikal bebas yang teroksidasi pada proses pembentukan tulang. Radikal bebas dapat diatasi oleh kandungan lemak jenuh yang terkandung dalam VCO. Asam lemak dalam VCO berfungsi sebagai antioksidan sehingga akan melindungi tulang dari radikal bebas perusak tulang.

Salah satu antioksidan dalam VCO adalah senyawa sterol. Zat ini seperti lemak Dan bermanfaat dalam pembentukan pregnenolon. Adapun fungsinya antar lain untuk memproduksi progesteron bagi wanita. Bagi wanita ketersediaan progesterone sangat penting karena ketidakseimbangan jumlah progesteron Dan estrogen akan menyebabkan osteoporosis.

Konsumsi VCO juga sagat baik membantu proses penyerapa mineral penting bagi tulang yaitu kalsium Dan magnesium.

3. Mengatasi Diabetes
Diabetes melitus dikenal juga sebagai kencing manis. Gejala kencing manis terutama terjadi akibat menumpuknya glukosa dalam darah sehingga dikeluarkan bersama urin. Dalam kondisi ini produksi insulin dari pankreas menurun sehingga metabolisme terganggu. Hal ini menyebabkan glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel sehingga konsentrasi glukosa darah meningkat. Timbunan glukosa tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dan akhirnya dibuang bersama urin.

Insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi energi untuk sel. Glukosa darah tidak dapat langsung digunakan sebagai energi harus ditransfer terlebih dahulu ke dalam sel melalui proses oksidasi dalam sel. Selain itu insulin juga mengubah glukosa menjadi energi cadangan (glikogen dan lemak). Jika glukosa darah berlimpah akan diubah mejadi glikogen dan disimpan di hati dan otot. Sementara lemak disimpan dalam jaringan lemak. Kandungan MCFA dalam VCO mampu merangsang produksi insulin sehingga membantu proses perubahan glukosa menjadi energi untuk sel.

Selain itu, VCO tidak membutuhkan insulin untuk dapat dibakar untuk menghasilkan energi sehingga hal ini sangat menguntungkan penderita kencing manis yang telah mengalami kekurangan kadar insulin tubuh. Pada saat VCO dibakar turut dibakar pula glukosa dan lemak yang sebelumnya telah tertimbun sehingga kadar gula dalam darah relatif normal.

4. Penyakit Liver
Virus hepatitis adalah virus yang memiliki selubung lemak di bagian luarnya sehingga sulit ditembus oleh obat. Struktur asam lemak jenuh rantai sedang dalam VCO memiliki struktur yang mirip selubung lemak virus sehingga VCO dapat menembus masuk dan membunuh virus hepatitis.

Selain itu VCO juga mencegah kerusakan sel hati akibat radikal bebas yang disebabkan oleh virus, obat atau alkohol karena memiliki efek sebagai antioksidan.

5. Menghambat Kanker
Karena VCO memiliki efek antibakteri maka sel darah putih tersedia cukup untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa VCO menghambat pertumbuhan sel kanker penyebab kanker kolon dan payudara.

Selain itu VCO memiliki sifat antioksidan sehingga mencegah pembentukan radikal bebas pemicu timbulnya kanker dan VCO membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga membantu proses penyembuhan.

6. Menurunkan berat badan
MCFA dalam VCO dapat langsung masuk aliran darah dan diubah menjadi energi sehingga tidak ditimbun dalam badan. Pada saat VCO dibakar turut dibakar pula asam lemak jenuh rantai panjang (LCFA) sehingga lemak yang ditimbun menjadi berkurang dan berat badan akan turun.

Selain itu VCO juga memberi energi dengan cepat sehingga menimbulkan rasa cepat kenyang dan tidak merasa lapar sampai tiba waktu makan Proses pembakaran dan suhu badan menjadi lebih tinggi sehingga metabolisme tubuh meningkat dan terjadi pembakaran cadangan lemak tubuh.

7. Menjaga Stamina
Saat daya tahan tubuh menurun, tubuh mengalami kelelahan fisik yang ditandai dengan lemah otot, sakit kepala, infeksi yang hilang timbul, demam, rasa lelah yang luar biasa dan pembengkakan kelenjar tubuh VCO memberi energi yang cepat dan menambah tenaga serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat memulihkan dirinya sendiri.

8. Memelihara kesehatan kulit
VCO mengandung pelembab alamiah dan membantu menjaga kelembaban kulit serta baik digunakan untuk kulit yang kering, kasar dan bersisik. VCO mengandung asam lemak jenuh rantai sedang yang mudah masuk ke lapisan kulit dalam dan mempertahankan kelenturan serta kekenyalan kulit. VCO bersifat antijamur dan bakteri alamiah sehingga membantu mencegah dan mengobati infeksi kulit, termasuk infeksi jamur kulit, eksim, bisul, jerawat, dan lain-lain.

9. Memelihara kesehatan rambut
Karena molekul VCO kecil maka dapat masuk ke dalam batang rambut dan mempertahankan kadar protein dalam rambut serta membuat rambut lebih bercahaya dan sehat.  VCO mengandung pelembab alamiah sehingga menjaga kelembaban dan mencegah kekeringan pada rambut. VCO memiliki efek antijamur sehingga baik untuk mencegah dan mengobati ketombe akibat pertumbuhan jamur P. ovale di kulit kepala.

10. Lain-lain :
Pengganti minyak sayur, VCO mengandung minyak jenuh rantai sedang yang bersifat lebih tahan terhadap pemanasan sehingga jika dipakai untuk menggoreng tidak cepat rusak.

1. Pengganti selai, VCO dapat menjadi pengganti selai atau margarine serta sebagai minyak salad.

2. Pelembab bibir, VCO dapat menjadi pelembab bibir, sebelum memakai pemulas bibir.

3. Pelembab tubuh, agar kulit lebih kenyal, lembab, awet muda serta mencegah noda kehitaman akibat terbakar matahari.

Reaksi awal jika anda mengkonsumsi VCO

Biasanya reaksi awal saat mengkonsumsi VCO berupa perut menjadi mulas sampai diare. Namun, konsumsi sebaiknya diteruskan dengan mengurangi dosisnya dan dengan berjalannya waktu reaksi ini akan berkurang dan menghilang. Disarankan untuk mengkonsumsi VCO secara teratur, minimum 1 bulan untuk melihat efek positifnya.